Lamongan, ganasnews- Berbagai Komunitas UMKM semakin tumbuh menjamur di Kabupaten Lamongan, seiring dengan tumbuhnya kemandirian masyarakat untuk menciptakan lapangan kerja sendiri dan berupaya mengangkat perekonomian yang sempat terpuruk di masa pandemi dengan hasil produktifitas dan kreatifitas mereka secara mandiri.

Hadirnya komunitas UMKM merupakan upaya membangkitkan perekonomian masyarakat dari keterpurukan. Dalam hal ini pemerintah Kabupaten Lamongan sangat mendukung dengan memberikan ruang yang lebih luas kepada masayarakat pelaku usaha untuk bisa bangkit dari keterpurukan.

Laestra UMKM Lamongan hadir sebagai wadah para pelaku usaha dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dengan mengangkat perekonomian dan membantu mengembangkan usaha mereka.

Advertisements

“Laestra UMKM Lamongan, jumlah anggota sekitar 65 orang, terbentuk dari berbagai pelaku usaha yang ada di Kabupaten Lamongan,” kata Abdul Ghofur selaku Ketua Laestra UMKM Lamongan saat hadir dalam acara bazar UMKM pada rangkaian HJL ke-463 tahun di Stadion Surajaya Lamongan, Rabu (1/6).

Baca juga :   Pastikan Target RPJMD Tahun 2021-2026 Tercapai, Bupati Yes Pantau Langsung Setiap OPD

Ghofur mengatakan bahwa para pelaku usaha yang bergabung di Laestra ini ada banyak sekali, mulai dari kuliner, retail, jasa bahkan produksi dari mulai skala kecil, menengah hingga skala nasional.

“untuk produk UMKM kuliner yang produknya sangat luar biasa dan antusias dari para pelaku ini ada jamur tiram crispy, produknya sudah mulai merambah ke luar daerah Lamongan, untuk crispy ini merupakan produk unggulan dari Laestra,” tuturnya.

“produk unggulan dari Laestra UMKM ini adalah tepung crispy dan crispy jamur tiram yang sudah luar biasa dari para pelaku usaha Laestra,” imbuhnya.

Advertisements
Baca juga :   Inovasi SIRKEL, Dinas PU Bina Marga Gerak Cepat Merespon Keluhan Masyarakat

Menurut Ghofur, untuk para pelaku UMKM ini, Laestra mengupayakan untuk budidaya jamur tiram agar pelaku usaha dalam penjualan bisa maksimal tiap bulan mulai dari jamur tiram basah dan lebihnya yang tidak terjual bisa diproduksi menjadi jamur crispy.

“Laestra UMKM Lamongan ini dibentuk sekitar dua minggu, jadi 14 hari dari sekarang, dan alhamdulillah para pelaku usaha UMKM antusias untuk bergabung di Laestra ini, semoga para pelaku usaha di Lamongan giat bisa naik kelas mencapai perekonomian lebih tinggi,”pungkasnya.

Hadir juga dalam acara bazar Laestra UMKM Lamongan tersebut, Eric dan Sucipto selaku pembina Laestra UMKM Lamongan. Eric mengatakan bahwa Laestra UMKM Lamongan masih menunggu launching.(Idr)

Advertisements

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: