Lamongan, ganasnews- Usai gerakan yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam aksi Cipayung Lamongan serbu gedung DPRD Kabupaten Lamongan pukul 10.00 WIB, kini giliran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan beraksi mendatangi gedung Pemkab Lamongan pukul 16.00 WIB, Rabu (13/4) sore.

Sebagaimana isu-isu politik pemerintahan, demokrasi, ekonomi, serta sosial budaya telah menjadi persoalan yang sangat serius dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Isu-isu terkait kelangkaan dan kenaikan minyak goreng, kenaikan BBM, kenaikan PPN, hingga isu terkait perpanjangan jabatan presiden 3 periode. IMM juga bersuara terkait pemindahan ibukota negara ke Kalimantan yang menimbulkan polemik karena proses pemindahan tersebut dilakukan saat negara dalam pemulihan perekonomian pasca pandemi dengan menelan APBN, isu-isu ini sangat memberatkan masyarakat.

“Aksi ini kurang lebih diikuti 20 orang mahasiswa, dan disini kami menuntut 5 point isu, dimana isu ini adalah isu nasional, yang pertama mengenai kenaikan BBM, yang kedua kenaikan PPN, ketiga mengenai kenaikan minyak goreng, kemudian yang keempat mengenai pemindahan ibukota negara dan kelima tentang masa jabatan 3 periode presiden,” jelas Dafid Lubis Korlap aksi IMM.

Advertisements

Seperti yang disampaikan Dafid kepada awak media ganasnews.com pada moment aksi unjuk rasa tersebut bahwa IMM sudah mengecek semua persoalan yang ada dalam masyarakat.

“kita sudah cek semua, mulai apa itu kenaikan harga, kelangkaan minyak goreng itu semua masyarakat merasakannya, kemudian kalau kita juga ada kenaikan PPN itu, semua bahan pokok saat kita melakukan kegiatan juga naik, contoh primer, sekunder dan tersier itu semua akan naik dimana itu disebut dengan domino. Kemudian tentang jabatan presiden 3 periode, disini presiden harus bisa menekan dan menegaskan atau berstatement bahwa dia tidak akan menyepakati untuk adanya 3 periode, karena apa, disini sangat menciderai Undang-Undang Dasar 1945 dimana hal tersebut yang tertulis juga sudah disepakati seluruh masyarakat sebelumnya,kalau memang itu dirubah lagi bagaimana, bahwa pemerintah itu tidak akan mendengar lagi apa saja aspirasi dari masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga :   Upaya Memberi Kenyamanan Beribadah di Bulan Ramadhan, Bupati Yes Ajak Stakeholder Pemkab Lamongan Saling Koordinasi dan Sinergi

“kemudian yang terakhir mengenai pemindahan ibukota negara ini, kalau saya rasa ibukota negara itu dipindah kesana itu juga merusak alam, alam di Kalimantan sendiri merupakan paru-paru di Indonesia juga paru-paru di dunia kemudian butuh dana berapa untuk pemindahan ibukota negara, apakah kita sekarang masih bisa disebut dengan perkembangan ekonomi,”imbuhnya.

Advertisements

Dengan adanya aksi yang dilakukan IMM Lamongan ini, Dafit mengutarakan harapannya aspirasi bisa tersampaikan hingga ke DPR RI.

“Mengenai harapan kami yakni pertama tama menuntut 5 point tersebut kemudian nanti disepakati oleh DPRD Lamongan dan kemudian dari DPRD Lamongan ini disampaikan DPR RI dan semua aspirasi kami di dengar DPR RI,” harapnya.

“InsyaaAllah kalau memang kita harus melakukan aksi lagi kita akan melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi ke gedung DPRD,” lanjutnya.

IMM Lamongan menekankan terkait penolakan mereka atas pemindahan ibukota negara, karena Kalimantan sebagai paru-paru Indonesia bahkan dunia.

Baca juga :   Buka Program Kemitraan Siswa International, Bupati Yes Persiapkan Pemuda Pemimpin Masa Depan Berwawasan Global
Advertisements

“kami menolak karena satu, mengenai alam, bahwa Kalimantan sebagai paru-paru Indonesia juga dunia, kedua APBN itu nanti terpakai banyak untuk menjadi hal-hal seperti itu, bahwasannya kita disini sebagai rakyat baru merasakan apa itu yang disebut krisis ekonomi dan juga kita sekarang disini baru akan kembali ke ekonomi yang lemah, apakah itu sangat urgent untuk pemindahan ibukota?” pungkasnya.

Massa aksi kemudian diperbolehkan memasuki halaman pemkab dan disambut hangat asisten satu pemerintahan M. Fahrudin.

“terimakasih atas kehadirannya, kita pemda menerima sekali, terbuka sekali untuk kalian semuanya, untuk saat ini mohon maaf pak Bupati ada acara di Sedayulawas jadi kami mewakili disini. Saya asisten satu hadir disini untuk mendengarkan aspirasi semua, kita semua merasakan kondisi itu juga, kita semua sama-sama rakyat, pemda juga untuk bisa menyalurkan aspirasi dari kalian semua, akan kami sampaikan aspirasi itu sesuai dengan tahapan yang kita miliki,”sambutnya.

“mudah-mudahan kondisi dan situasi menjadi lebih baik lagi, harga-harga bisa menjadi normal kembali,” ucapnya dihadapan massa aksi.

Advertisements

Dalam hal ini massa aksi meminta bukti pernyataan sikap dari pemkab Lamongan yang juga turut menyuarakan pendapat dari massa aksi dengan ditandatangani Bupati yang mengikat secara tertulis.

Setelah mendapat tanda tangan dari pihak pemkab Lamongan, massa aksi duduk bersama sembari menanti moment berbuka puasa dihalaman pemkab Lamongan.(Idr)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: