Lamongan, Ganasnews- Pemugaran situs bersejarah, makam Mbah Ratu “Nyai Andong Sari” yang terletak di Dusun Cancing, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang merupakan momen penting bagi Kabupaten Lamongan untuk mewujudkan kawasan Gunung Ratu yang representatif, juga kawasan wisata baik religi maupun edukatif, budaya, dan kawasan wisata yang berhubungan dengan perhutani.

Seperti yang diharapkan Pemkab Lamongan bahwa kedepannya selain dibangunnya komplek, makam ini menjadi kawasan yang representatif, juga akan ada kajian ilmiah yang dilakukan sebagai bukti yang menegaskan keberadaan situs sejarah tersebut di Kabupaten Lamongan.

Komplek makam Nyai Andong Sari tersebut akan direkontruksi dengan luas 2.706 m2, terdiri dari pembangunan cungkup Makam Nyai Ratu, cungkup pusara Kucing Condromowo dan Garangan Putih yang merupakan teman Dewi Andong Sari pada masa pengasingan, tempat istirahat, musholla, tempat wudhu, kamar kuncen, dan gapura.

Pemugaran makam yang diyakini sebagai makam Ibunda Patih Gadjah Mada itu, dilakukan tanpa menghilangkan nuansa sejarah. Bahkan anggaran yang diperlukan mencapai sekitar 2,2 miliyar rupiah.

Advertisements

Hal tersebut diungkapkan ketua Pembangunan Kawasan Makam Mbah Ratu “Nyai Andong Sari”, Rudi Hariono.
Menurutnya dari total Rencana Anggaran Biaya (RAB) tersebut, tidak sepenuhnya dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan. Melainkan dari hasil sumbangan warga yang terkumpul.

Baca juga :   Disparbud Lamongan Gelar Lomba Patrol Ramadhan Megilan

“Panitia merencanakan pembangunan kawasan makam Nyai Ratu Andong Sari, ibunda Gajah Mada, memang senilai 2,2 M (miliyar). Tapi dari APBD melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Lamongan, sekitar 190 juta rupiah saja, dan itupun sampai detik ini belum cair,” ungkap pria asal Tritunggal, Kecamatan Babat itu, Jum’at (1/4).

Lebih lanjut Rudi menyampaikan panitia tetap berupaya agar perencanaan tersebut bisa terwujud.

“Maka sumber dananya kami cari dari para donatur yang mempunyai kepedulian terhadap situs bersejarah di Lamongan. Apalagi Nyai Ratu Andong Sari, kita yakini sebagai ibunya Patih gajah Mada,” lanjutnya.

Advertisements

Namun, pembangunan situs sejarah tersebut sempat dinilai negatif  oleh beberapa pihak, salah satunya adalah Mustaqim.

Seperti pernyataan Mustaqim yang ditulis salah satu portal online “nowtoonline.com”, tanggal 31 Maret 2022, dengan judul “Pembangunan Situs Makam Ibunda Patih Gajah Mada Dinilai Tidak Memiliki Sense of Social Crisis”. Menurutnya anggaran sebesar Rp 2,2 Milyar lebih tersebut alangkah baiknya dipergunakan pembangunan infrastruktur jalan yang ada di wilayah Lamongan bagian selatan yang banyak mengalami rusak parah. Tapi mengapa Pemkab  Lamongan lebih memprioritaskan pembangunan yang belum terlalu urgent (mendesak).

Baca juga :   Kirab Pataka Lambang Daerah Dalam Pasamuan Agung Sebagai Puncak Hari Jadi Lamongan ke-453

“Saya sangat mendukung dan mengapresiasi Pemkab Lamongan dalam hal meruwat dan merawat peninggalan sejarah. Amat saya sayangkan, jika Pemkab Lamongan tidak peka sama krisis sosial yang terjadi,” katanya.

Menanggapi hal itu, Rudi Hariono justru menyesalkan adanya pernyataan dari sejumlah nama dalam portal online tersebut karena dianggap tidak tahu anggaran daerah.

Advertisements

“Statement Mustakim dikatakan dalam kapasitas dia sebagai apa? Kalau benar dalam kapasitasnya sebagai wakil ketua partai, maka itu sangat memalukan. Karena sebagai politisi, tentu dalam statement harus didasar dari akurasi data dan bukti lapangan yang ada. Apa gunanya pendidikan politik dan dana politik, kalau pengurus partai sekaliber wakil ketua cabang tidak mengetahui anggaran daerah,” tukasnya.

Dalam hal ini, Rudi juga mengajak agar seluruh masyarakat, khususnya yang peduli dengan situs sejarah, untuk dapat membantu agar pembangunan bersejarah tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Kalau yang ngritik mau nyumbang, kami selaku panitia ya dengan senang hati. Ada nomer rekeningnya kok. Barangkali Mustakim ikut nyumbang. Silahkan saja bagi warga Nusantara yang mempunyai kepedulian terhadap situs bersejarah makam Nyai Ratu Andong Sari,” pungkasnya.(Idr)

Advertisements

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: