Lamongan, Ganasnews – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan selenggarakan Pelatihan Pengelolaan Sampah di Desa Datinawong, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, rabu (30/3).

Kegiatan pelatihan pengelolaan sampah yang diadakan di balai Desa Datinawong tersebut dihadiri langsung staf perwakilan DLH yang dalam hal ini sebagai Narasumber dan diikuti Perangkat Desa, Pengurus RT/RW, BPD dan Perwakilan Warga serta Petugas Kebersihan Desa. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian warga terkait dengan sampah di lingkungan sekitar desa.

Pengelolaan sampah melalui bank sampai ini adalah system pengelolaan sampah berbasis masyarakat, prinsipnya penanganan sampah mandiri.

Pengelolaan sampah telah diatur di dalam Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 81 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Advertisements

Seperti yang dijelaskan dalam pelatihan tersebut mengenai arti, tujuan dan manfaat dari Bank Sampah. Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Dalam hal ini warga yang menabung juga disebut nasabah, memiliki buku tabungan dan dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam.Sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang nantinya akan dijual di pabrik yang sudah bekerja sama. Sedangkan plastik kemasan dibeli ibu-ibu PKK setempat untuk didaur ulang menjadi barang-barang kerajinan.

Baca juga :   Jelang Pilkades Serentak, Desa Turi Masuk Tahap Penetapan Cakades Dan Pengundian Nomor Urut

Mengenai tujuan dan manfaatnya, bahwa dibangunnya Bank Sampah tujuan sebenarnya bukan Bank Sampah itu sendiri. Bank sampah adalah strategi untuk membangun kepedulian masyarakat agar dapat ‘berkawan’ dengan sampah untuk mendapatkan manfaat ekonomi langsung dari sampah. Jadi, bank sampah tidak dapat berdiri sendiri melainkan harus diintegrasikan dengan gerakan 4R sehingga manfaat langsung yang dirasakan tidak hanya ekonomi, namun pembangunan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat.

Bank sampah juga dapat dijadikan solusi untuk mencapai pemukiman yang bersih dan nyaman bagi warganya. Dengan pola ini maka warga selain menjadi disiplin dalam mengelola sampah juga mendapatkan tambahan pemasukan dari sampah-sampah yang mereka kumpulkan.

Baca juga :   Bupati Yes Apresiasi Tekad Petani Tanam dan Produksi Melon di Tengah Cuaca Ekstrem
Advertisements

Kades Datinawong, Mudakir menerangkan bahwa untuk konsep Bank Sampah di desanya masih dalam taraf awal rencana membuat bank sampah di tiap-tiap RT dan ada 18 RT di desa Datinawong.

Dalam hal ini Mudakir menjelaskan tujuan pelatihan pengelolaan sampah.

“Untuk menumbuhkan kepedulian warga terkait dengan sampah. Karena sampahku tanggung jawabku,” ujarnya.

Saat disinggung terkait teknis untuk bank sampah di tiap-tiap RT, Kades Mudakir mengatakan bahwasannya masih dalam diskusi dan pembahasan.

Advertisements

Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Anang Taufik saat dihubungi melalui WhatsApp, mengatakan bahwa pilah sampah dari rumah diharapkan bisa menambah nilai ekonomis tambahan bagi keluarga.

“Jadi tidak semua dari sampah itu dibuang, misal kardus, kertas, plastik. Dalam beberapa bulan kedepan ini DLH akan terus mensosialisasikan tentang pengelolaan sampah, Bank Sampah di masing-masing desa di kabupaten Lamongan,” ujarnya. (Idr)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: