Lamongan, Ganasnews- Kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan Pantura Lamongan dikeluhkan masyarakat, pasalnya kendaraan bergerak merayap seperti halnya semut. Bahkan di sepanjang jalan Kecamatan Paciran sampai Kecamatan Brondong yang merupakan wilayah padat penduduk, masyarakat harus berdesakan dengan kendaraan besar dari luar kota, baik kendaraan roda 2 maupun roda 4 harus berjam-jam lamanya mengantri di jalan tersebut. Hal ini merupakan dampak dari amblesnya jembatan nasional Lamongan – Surabaya di wilayah kota Lamongan pada selasa (29/3) sore kemarin.

“Sebaiknya ada petugas satlantas yang konsisten memandu dan memberikan jalur alternative untuk pengendara agar tidak lewat jalur Pantura Lamongan, karena jika ini dibiarkan akan berdampak yang lebih parah, yaitu menambah tingkat kecelakaan di pantura,” ujar Ahmad Al-Faris Presidium Himpunan Kader Intelektual Muda Muhammadiyah (HIMKA IMM), Rabu (30/3).

Baca juga :   Arus Lalu Lintas Dialihkan, Ketua Brandal : Dampak Kemacetan di Pesisir Pantai Utara Lamongan Sangat Fatal

Al-Faris menyoroti kondisi ini akan bersifat panjang karena ini jalan nasional dan ruas jalan pantura yang terbilang sempit dari pada jalur nasional Lamongan–Surabaya yang jembatannya ambles.

“Sepanjang jalan Lamongan pantura kendaraan bergerak seperti semut saja. Bahkan di area perbatasan antara Kecamatan Paciran dan Kecamatan brondong, pengendara tertahan hingga berjam- jam lamanya,” ungkapnya.

Advertisements

Pertanyaannya, kenapa jalur pantura lamongan yang hanya jadi alternative dari kemacetan yang diakibatkan amblesnya Jembatan Nasional Lamongan?” tanya Al-Faris.

“Saat memasuki area pantura, kendaraan melambat apalagi kapasitas jalan pantura yang sempit dan terbatas,” imbuhnya.

Baca juga :   Peringati Hari Sumpah Pemuda 2021, HIMKA IMM Lamongan Gelar Diskusi Bersama Tokoh Politik.

Menurut Al-Faris ada banyak titik di jalan pantura Lamongan mengalami kemacetan, terutama saat waktunya jam kerja dan saat melewati pertigaan – pertigaan yang ada di jalan pantura. Bahkan, pelambatan arus kendaraan masih terasa hingga malam hari.

Menyikapi hal ini, Al-Faris menyarankan agar sebaiknya pihak kepolisian melakukan buka tutup jalur di Tuban sebelum masuk Pantura Lamongan dan buka tutup di Gresik sebelum masuk Pantura Lamongan.

Advertisements

“Sebab perpindahan buka tutup ini juga berkontribusi terhadap pelambatan lalu lintas dan bahkan kemacetan,” pungkasnya.(Idr)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: