Lamongan, Ganasnews – Dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan, Satpol PP Kabupaten Lamongan gelar razia pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol di beberapa lokasi di wilayah Lamongan, kamis (24/3) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan mulai pukul 19.00 WIB dengan sasaran lokasi Warung milik Paeran diDesa Lopang Kecamatan Kembangbahu, Cafe Three Brother milik Misbakul Huda di Kecamatan Babat, Cafe Kembangjati milik Syafi’i di Jl.Raya Babat, Warung milik Rati di Pasar Agro Babat, Pertokoan milik Ibu Kartika di Pasar Agro Babat serta Warung milik Ibu Karmuntin di Desa Gembong Babat.

Dalam hal ini Kabid Trantibum, Sutrisno memimpin langsung razia pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol di lokasi tersebut.

Baca juga :   Ciptakan Kondisi Kamtibmas Tetap kondusif Selama Ramadhan, Wakapolres Lamongan Pimpin Patroli Skala Besar

“Sasaran razia Satpoll PP tersebut adalah warung dan cafe yang tidak memiliki izin menjual minuman beralkohol,” jelas Sutrisno.

Advertisements

Razia tersebut dilakukan mengikuti Perda No. 04 tahun 2007 tentang Ketertiban dan ketentraman Umum di Kabupaten Lamongan serta Perda No 16 tahun 2019 tentang Pengawasan dan Pengendalian peredaran Minuman Beralkohol di Kabupaten Lamongan.

Dari hasil Razia Satpoll PP tersebut, 3 pelaku usaha yang kedapatan menjual minuman beralkohol diberikan sanksi juga dilakukan penyitaan terhadap barang-barang yang dijual tanpa izin tersebut.

Sejumlah barang bukti ditemukan Satpoll PP diantaranya Bir Singaraja sebanyak 8 botol, Anggur Merah 2 botol yang diperoleh dari Cafe Three Brother, Draft Bir 1 botol, Bir Guinnes 1 botol dari Cafe Kembangjati dan Anggur Merah 14 botol, Bir Bintang 2 botol dari sebuah warung di Pertokoan Pasar Agro Babat serta seorang pramusaji di bawah umur di pasar agro Babat.

Baca juga :   Pemkab Lamongan dan Kejari Lamongan Sepakati Kerjasama Dalam Penyelesaian Permasalahan Hukum dan Tata Usaha Negara
Advertisements

Selanjutnya dilakukan pengamanan terhadap barang bukti berupa mihol, membawa 1 pramusaji dibawah umur yang tidak bisa menunjukkan identitasnya, kemudian melakukan pemanggilan kepada pemilik cafe/ warung pada senin (28/3) besok untuk dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya guna proses selanjutnya. (Idr)

By GNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: