Lamongan, Ganasnews- Kampung Pancasila adalah julukan untuk desa yang dijadikan contoh penerapan nilai-nilai Pancasila. Sebutan Kampung Pancasila disematkan di Desa Tunggunjagir Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Rabu (16/3).

Pasalnya hingga kini masyarakat di kawasan tersebut mampu hidup dengan toleransi yang begitu besar. Meskipun berbeda agama, mereka tetap berada dalam keharmonisan satu dan lainnya.

Pancasila selama bertahun-tahun terbukti mampu menyatukan Indonesia yang sangat majemuk. Tantangan yang dihadapi saat ini justru bagaimana cara membumikan nilai-nilai Pancasila sejak dini, sehingga bisa dipahami masyarakat dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-sehari.

Baca juga :   Upaya Percepat Dan Perluas Akses Digitalisasi Smart City, Bupati Lamongan Tandatangani Kesepakatan Bersama PT Telekomunikasi Seluler

Advertisements

Seperti halnya yang dilakukan Serka Lukman anggota Koramil 0812/09 Mantup, menggunakan sarana wawasan kebangsaan dengan tokoh-tokoh anggota TNI dan Polri, tokoh agama tokoh adat. Dengan mengambil tema adegan tentang kerukunan hidup didalam bermasyarakat, dengan kebhinekaan yang ada.

Danramil 0812/09 Mantup Kapten Arm yudi K melalui Serka Lukman mengatakan, bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan nilai – nilai Pancasila sejak dini.

“Mereka dapat mengenal keberagaman yang ada di Indonesia atau lingkungan terkecilnya, mulai agama, suku, bahasa. Sehingga dengan memahami Pancasila dan adanya Bhineka Tunggal Ika, semuanya dapat hidup rukun,” terangnya.

Baca juga :   Karya Bhakti TNI Bersama Masyarakat Dalam Membangun Kampung Pancasila

Menurut serka Lukman kegiatan itu bertujuan untuk memupuk jiwa nasionalisme bagi anak-anak sejak usia dini.

Advertisements

“Kegiatan ini diharapkan dapat memupuk jiwa nasionalis anak-anak sejak usia dini. Juga menumbuh kembangkan jiwa persatuan dan kesatuan, seperti halnya yang ada di Pancasila,” tandasnya. (Idr)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: