Lamongan, Ganasnews- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya memohon maaf kepada pelanggan Kereta Api Ekonomi Lokal rute Cepu – Surabaya Pasarturi, karena perjalanannya terganggu akibat tertemper truk di perlintasan sebidang antara Stasiun Surabayan – Stasiun Lamongan pada pukul 6.37 WIB.

“Kami mohon maaf kepada pelanggan KA yang terdampak kejadian tersebut. Atas kejadian tersebut mengakibatkan, Kereta Api Ekonomi lokal tidak dapat melanjutkan perjalanan karena lokomotif dalam kondisi rusak parah dan masinis terluka. Untuk sementara Kereta api Ekonomi lokal menunggu lokomotif pengganti dari Stasiun Pasarturi yang berangkat pukul 07.31 WIB agar dapat melanjutkan perjalanan,” ucap Luqman Arif, Manager Humas Daop 8 Surabaya, rabu (9/3).

Luqman menyampaikan, berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari pusat pengendali perjalanan kereta api (Pusdalopka) Daop 8 Surabaya, pada sekitar pukul 06.37 WIB, terdapat laporan bahwa KA Ekonomi lokal relasi Cepu – Surabaya Pasarturi telah ditemper oleh truk sehingga lokomotifnya mengalami kerusakan. Dan masinis meminta agar dikirimkan lokomotif penolong atau pengganti guna melanjutkan perjalanannya dengan aman dan selamat.

Baca juga :   Gerak Cepat, Pemkab Lamongan Segera Bentuk Tim Penanganan Banjir Bengawan Jero

Advertisements

Saat ini PT KAI masih berusaha melakukan evakuasi terhadap masinis yang terluka dan mengevakuasi truk menggunakan mobil derek yang berpotensi mengganggu perjalanan KA. PT KAI juga melakukan pengaturan Pola operasi agar kejadian tersebut tidak beribas terhadap perjalanan Kereta api lainnya.

Dalam hal ini Luqman berharap, pemerintah selaku regulator untuk komitmen melakukan evaluasi guna meningkatkan keselamatan KA dan pengguna jalan di perlintasan sebidang, sebagaimana yang diamanatkan dalam PM 94 Tahun 2018.

Baca juga :   Toleransi Antar Umat Beragama, Babinsa Koramil 0812/05 Kembangbahu Bersama Warga Bersihkan Rumah Ibadah Di Desa Pelang

“KAI berharap seluruh pihak dapat proaktif dan bersama-sama menjalankan tugas sesuai kewenangannya masing-masing untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan itu sendiri,” ungkap Luqman.

Ditanya awak media terkait adanya dugaan keterlambatan menutup palang pintu KA, Manager Humas KAI Daob 8 Surabaya mengatakan bahwa saat ini pihaknya fokus normalisasi jalur KA.

Advertisements

“Fokus utama kami sekarang notmalisasi jalur KA dan memastikan kondisi jalur aman bisa dilewati kembali oleh perjalanan kereta api. Nanti bersama instansi terkait kami perdalam terkait hal tersebut,”pungkasnya. (Idr)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: