LAMONGAN, GNews.com- Kebijakan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) telah diluncurkan Mendikbud Nadiem Makarim sebagai upaya mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja, dan kemajuan teknologi yang pesat. Kebijakan ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas tuntutan pelaksanaan proses pembelajaran yang otonom dan fleksibel sehingga tercipta kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, serta sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

Guna mendukung keberhasilan perwujudan MBKM tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Yes) memberikan fasilitasi dengan melakukan kerjasama antar OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) dengan perguruan tinggi di Lamongan, dalam hal ini adalah Unisla (Universitas Islam Lamongan), Selasa (11/1).

Baca juga :   Mampu Pertahankan Budaya Di Tengah Kemajuan Teknologi, Bupati Yes Terima Penghargaan AK-PWI

“Silaturrahmi ini untuk lebih merekatkan sinergitas antara pemkab dengan Unisla. Saya sering menyampaikan terkait pemerintahan yang dinamis yang melibatkan seluruh elemen, dan ini yang disebut dengan pentahelix konsep, kerjasama antara akademisi, bisnisman, komunitas, government, dan media. Momen kerjasama seperti ini merupakan momen penting, yang tentu akan membawa kemajuan pada organisasi pemerintahan dan universitas tentunya,” Ujar Bupati Yes.

Baca juga :   Buka Program Kemitraan Siswa International, Bupati Yes Persiapkan Pemuda Pemimpin Masa Depan Berwawasan Global

Melalui penandatanganan perjanjian kerjasama antara OPD dan dinas di lingkup Pemkab Lamongan dengan fakultas-fakultas di lingkup Unisla ini akan memberikan kemudahan dan fasilitasi terlaksananya tri darma perguruan tinggi di bidang pendidikan, kewirausahaan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam rangka perwujudan MBKM.

Advertisements

“Tentu result atau output yang kami harapkan ini kita kembalikan kepada masyarakat, dimana masyarakatlah yang menerima dampak dari pembangunan daerah,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: