LAMONGAN, GNews.com- Hujan yang berkali-kali mengguyur Kabupaten Lamongan menyebabkan ribuan hektar lahan persawahan dan tambak di beberapa wilayah terendam.

Khususnya wilayah yang dilalui aliran sungai Bengawan Jero, seringkali terdampak luapan air sungai saat musim penghujan tiba disetiap tahunnya.

Merujuk pada data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Saat ini ada 4.124 hektar tambak di 4 wilayah kecamatan yang dilalui aliran sungai Bengawan Jero terendam banjir, diantaranya wilayah Kecamatan Kalitengah, Glagah, Turi dan Karangbinangun.

Berdasarkan data tersebut, seluas 1.950 hektar persawahan tambak di 17 desa Kecamatan Kalitengah, 836 hektar di 8 desa Kecamatan Karangbinangun, 720 hektar di 9 desa Kecamatan Glagah dan 618 hektar di 6 desa Kecamatan Turi terendam banjir.

Baca juga :   Karya Bhakti TNI Bersama Masyarakat Dalam Membangun Kampung Pancasila
Advertisements

“Data itu yang kita dapatkan saat turun langsung ke lapangan melihat kondisi di wilayah Bengawan Jero,” ungkap Yuli Wahyuono Plt Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Senin (20/12).

Akibat banjir tersebut para petani tambak mengalami kerugian mencapai hampir Rp 19 miliar.

“Akibat curah hujan bulan ini cukup tinggi, dan adanya fenomena La Nina, yang menyebabkan potensi bencana hidrometeorologi datang lebih cepat,” terang Yuli.

Baca juga :   Hadiri HUT Bank Daerah Lamongan Ke 69,Yuhronur Minta Karyawan Tingkatkan Kinerja dan Jaga Eksistensi

Banjir yang melanda wilayah Bengawan Jero ini bisa lebih meluas lagi ke sejumlah lahan tambak yang ada, pasalnya hingga saat ini debit air belum juga surut dan bisa bertambah akibat hujan dan kiriman air dari segala penjuru yang melalui sungai Bengawan Jero.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: