LAMONGAN, GNews.com- Memiliki prevalensi stunting yang dikatakan rendah (6,45 persen), tidak menjadikan pemerintah Kabupaten Lamongan berhenti sampai disini, melainkan pemerintah tetap melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting itu sendiri termasuk masalah pada pertumbuhan anak yang dapat disebabkan berbagai faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi.

Salah satu upaya baru dalam menangani stunting, Lamongan telah melakukan pencanangan Jum’at Gembira (Gerakan Minum Tablet Tambah Darah) pada pilot project pelaksanaan gerakan keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana peduli stunting di Balai Desa Deket Kulon Kecamatan Deket, Jum’at (17/12).

Baca juga :   Ganas...Lamongan Lampaui Target 70 Persen Vaksinasi

Seperti yang telah dijelaskan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi dari TP PKK pusat. Pilot project yang menjadi fokus di Lamongan terdapat 5 desa di 5 kecamatan, salah satunya Desa Deket Kulon, dengan penambahan fokus utama yaitu Peduli KIA (Kesehatan Ibu dan Anak), masyarakat menuju PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), dan peduli lingkungan. Hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan penanganan stunting ini lebih maksimal.

Baca juga :   Inovasi SIRKEL, Dinas PU Bina Marga Gerak Cepat Merespon Keluhan Masyarakat
Advertisements

“Kami menghimbau kegiatan pilot project ini dapat berjalan dengan baik dengan dukungan semua pihak. Peran serta kader PKK juga tidak boleh diabaikan, jika kader tidak aktif maka akan berdampak pada tidak adanya peningkatan kesejahteraan keluarga. Ini secara langsung akan berpengaruh terhadap keberhasilan program PKK, khususnya dalam mensukseskan program penanganan stunting,” tutur Anis Kartika.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: