LAMONGAN, Ganasnews.com– Sebuah Caffe yang dibuat dengan arsitektur unik berdiri di atas ketinggian bukit Kendil di wilayah Desa Sendang Dhuwur Kecamatan Paciran Lamongan utara yang menyuguhkan panorama alam perbukitan, hutan, pemukiman penduduk dan hamparan lautan di kejauhan utara akan segera hadir sebagai destinasi kuliner ditengah masyarakat Lamongan.

Ali Fauzi Manzi salah seorang pengusaha, mantan narapidana terorisme merubah diri dengan hal positifnya, mendirikan usaha caffe dibeberapa wilayah, salah satunya caffe yang diberi nama “CaffeeTebing”.

“ini sebetulnya proyek saya yang kedua, yang pertama di Jogja, Gandrung Caffee, caffee di Jogja didirikan untuk membina para eks napiter, terutama yang kita bina adalah basic life skillnya kita ajari bagaimana untuk memulai hidup, bekerja dan mencari nafkah, karena kita faham bertahun-tahun mereka dipenjara ada yang 5 tahun bahkan ada yang 20 tahun, mereka bebas dan banyak diantara mereka kemudian bingung mau kerja apa, peluang apa?” ujarnya Ali kepada awak media Ganasnews.com, (27/11).

Baca juga :   Apa Kabar Kasus Koperasi Central Artha Niaga Lamongan ??

Ali berharap tempat ini menjadi salah satu diantaranya yang di pakai untuk mereka, proses asah asih asuh untuk eks napiter.

Advertisements

“Saya terinspirasi kenapa caffe ini ditaruh di atas tebing, beberapa bulan lalu saya berkunjung ke Istanbul Turki, 15 hari keliling Turki dan kebanyakan caffe disana diatas bukit, dan ini cukup menyenangkan bisa melihat perumahan penduduk, lautan sebagai viewnya, jadi bisa disebut ini Istanbulnya Lamongan” paparnya.

Sebuah Caffe yang dibangun atas kerjasama 3 pengusaha diantaranya Ustad Ali Fauzi Manzi yang berasal dari Tengulun Solokuro Lamongan, H. Asikin pengusaha granit/alat bangunan serta Muhammad In’am seorang pengusaha Caffe di wilayah Paciran Lamongan.

Diketahui bahwa Caffe yang masih dalam proses pengerjaan ini diupayakan selesai awal tahun depan, dan rencananya di buka oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar., M.H.

Baca juga :   DPMPTSP Jawa Timur Kolaborasi Dengan Pemkab Lamongan Berikan Pelayanan Perijinan Gratis Masyarakat Nelayan

Advertisements

“InsyaaAllah tahun baru ini kita sudah soft opening, kita upayakan, maka pekerjanya banyak, jadi kita tahun baru berusaha untuk buka dan ini progres pembangunan sudah sekitar satu bulan 10 hari” tuturnya.

Menurut Ali, caffe ini memang dibuat unik dan arsiteknya di bawa dari Jogja, seorang yang terbiasa membuat caffe, lulusan UGM dan Ali telah banyak mengtahui hasil karyanya yang cukup bagus.

“termasuk yang ada dilereng Merapi di beberapa kawasan yang ada di Jogja, hasil kerjanya yang menurut saya sudah cukup bagus. Kemarin sebelum kita bangun amburadul groundnya dan sekarang sudah terlihat, mudah-mudahan ini nanti disamping kuliner juga jadi destinasi warga pantura” harapnya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: