LAMONGAN, Ganasnews.com– Setelah sebelumnya budaya Mendhak Sangring dari Tlemang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia (Intangible Cultural Heritage atau ICH), kali ini Kabupaten Lamongan sedang dalam tahap pengajuan penetapan ICH untuk perahu tradisional ijon-ijon.

Perahu Ijon-ijon merupakan perahu khas Lamongan tepatnya Desa Kandangsemangkon Kecamatan Paciran, yang proses pembuatannya diperoleh secara turun-temurun. Perahu ini memiliki fungsi untuk menangkap, menyimpan, menampung, mengangkut serta mendinginkan atau mengawetkan ikan.

Menurut masyarakat daerah setempat, perahu ini dikonotasikan sebagai perahu perempuan (wedok) dengan ciri inggi tumpul/papak dan badan gemuk. Terdapat simbol topeng, mata, alis, ukei/sanggul (gelung), mahkota (rambut), dan bunga.

Baca juga :   Megilan! Lamongan Kembali Raih Penghargaan Inovasi Samtaku

Di Desa Kandangsemangkon, galangan perahu tradisional ijon-ijon merupakan usaha non formal, tidak berbadan hukum, usaha personal, yang keahlian dan keterampilannya diperoleh secara otodidak, pengalaman empiric alami, dan turun-temurun. Tahapan produksinya juga berbeda dengan galangan di daerah lain, terutama cara pengkontruksian lambung dan pemasangan gading-gading.

Advertisements

Perahu ini masih tetap diproduksi dan mampu bertahan hingga saat ini di Desa Kandangsemangkon karena lokasi galangan yang strategis, yakni di pinggir pesisir dan jalur jalan raya Daendels.

Baca juga :   Sukses Percepatan PTSL dan DDL Terbanyak se-Indonesia, Bupati Yes Lamongan Peroleh Penghargaan Menteri ATR/BPN

Selain itu juga tersedianya alat komunikasi dan listrik, serta masih ditopang oleh keberadaan sumber daya manusianya (tukang pembuat perahu).

Perahu Ijon-ijon sudah dikenal secara luas dan banyak diminati konsumen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya pesanan dan minat masyarakat nelayan terhadap perahu tersebut.

Advertisements

Bupati Yes saat menutup festival budaya Desa Kandangsemangkon, Sabtu (27/11) mengaku sangat gembira dengan tetap dilestarikannya warisan budaya perahu Ijon-ijon.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: