LAMONGAN, Ganasnews.com– Event festival budaya yang berlangsung di Desa Kandangsemangkon Paciran sejak kamis (25/11) lalu, kini telah memasuki hari terakhir event yang diisi dengan pelatihan navigasi dan konstruksi kapal Ijon-ijon, Sabtu (27/11).

Hadir dalam pelatihan ini Ali Yusa, Dosen perkapalan UMG spesialis kapal Viber dan Agus Mulyono selaku Kepala Desa Kandangsemangkon mantan nelayan tradisional yang pada event ini menjadi narasumber .

Menurut Ali Yusa prinsip semua kapal adalah sama saja yang terpenting bisa mengapung. Tinggal bagaimana tujuan utama atau fungsi kapal yang akan di buat.

Baca juga :   Himka IMM : Moderasi Agama Jangan Jadikan Alat Berisi Islamophobia Dan Kampanye Kekerasan

Perlu di ketahui bahwasannya masyarakat Desa Kandang semangkon mayoritas pekerjaannya adalah sebagai nelayan dengan identitas kapal nelayannya di sebut Kapal Ijon-ijon, kapal Ijon-ijon ini sudah di sahkan oleh pemerintah sebagai warisan budaya Desa Kandangsemangkon, kapal ini unik karena pembuatan nya dimulai dari papan lambungnya terlebih dahulu sebelum membuat rangkanya.

Advertisements

Lebih lanjut Ali Yusa dalam acara workshop yang berlangsung di desa Kandangsemangkon mengapresiasi bahwa kapal paling indah dan paling unik adalah kapal kayu karena memiliki nilai seni yang luar biasa salah satunya kapal ijon ijon di Kandangsemangkon.

Baca juga :   Layanan Perizinan Tercepat DPMPTSP Di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Lamongan

Ali menjelaskan bahwa dalam pembuatan kapal Ijon-ijon bisa di minimalisir sekitar 15 persen dengan mengganti beberapa bagian di kapal Ijon-ijon dengan plat besi per truk dan juga penggantian box kapal dengan menggunakan Viber tanpa menghilangkan ciri khusus badan kapal yg hampir keseluruhan nya menggunakan kayu.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: