LAMONGAN, GNews – Kelompok Pemajuan Kebudayaan (KPK) Desa gelar Workshop pembuatan video pendek untuk menggali dan mengeksplor potensi budaya desa, Jumat (26/11).

Bertempat di Warla Kandangsemangkon, Paciran kegiatan workshop KPK ini menghadirkan bapak Harry Saktiono selaku reporter TVRI dan Nunu Elcidi selaku Konten Kreator Lamongan yang akhir-akhir ini viral karena konten-konten kulinernya.

“Mari kita lihat generasi hari ini, masih mengenal istilah-istilah yang familiar dulu atau tidak ? Lamongan terkenal dengan kulinernya dari soto, pecel lele, boran dan sebagainya. Ini adalah warisan budaya, jangan kita hilangkan,” tutur Harry mengawali acara tersebut.

Baca juga :   Terpilih Sebagai Formatur, Anak Nelayan Buktikan Layak Berkhitmad Dalam Kepengurusan DPD IMM Jawa Timur

“Saya mau tanya, sejauh mana kalian mengunakan sosial media (sosmed) untuk kemajuan desa kalian? Sosmed itu hari ini menjadi acuan/pedoman di masyarakat, dari Instagram, facebook, Twitter,” lanjutnya.

Advertisements

Harry memaparkan bahwa ada 2 media yang perlu kalian tahu, media mainstreme dan media sosial. Media mainstremee itu berbadan hukum dan memiliki teknik atau aturan penulisan dan penberitaannya sendiri.

Baca juga :   Kepala Kemenag Lamongan Lantik Pejabat Fungsional Penghulu dan Guru

Sedangkan media sosial adalah media terbuka dimana semua pengguna sosmed yang biasa kita sebut dengan netizen itu, bebas untuk mengeksplore atau memposting sesukanya.

By GNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: