LAMONGAN, Ganasnews.com – Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam PK.PMII (Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Unisda Lamongan gelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas PU.SDA Kabupaten Lamongan, Senin (15/11).

Mereka menyuarakan tuntutan terkait permasalahan banjir yang kerap terjadi di setiap musim penghujan tiba khususnya di wilayah Bengawan Jero.

Sebanyak 7 tuntutan disampaikan oleh Rohis Sarkamad selaku korlap aksi tersebut yang di tujukan kepada pihak PU SDA Kabupaten Lamongan.

Tuntutan tersebut antara lain meminta pihak PU SDA lebih serius dalam menangani banjir di Lamongan, normalisasi waduk dan rawa agar mampu menampung debit air secara maksimal, normalisasi rawa yang telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian masyarakat.

Baca juga :   Berkunjung Ke Lamongan Puan Maharani Mencarikan Solusi, Bengawan Jero Tanggungjawab Nasional
Advertisements

Mereka juga meminta untuk menindak tegas pembangunan atau kegiatan yang mengganggu saluran drainase, kemudian mereka meminta dinas terkait memberikan pengawasan ketat di wilayah terdampak banjir. Serta mempublikasikan rencana jangka panjang penanganan banjir Lamongan.

Dan pada tuntutan terakhir mereka meminta agar pihak dinas PU SDA melakukan manajemen air sungai yang lebih baik supaya tidak meluap ke daerah rawan terdampak banjir.

Kepala dinas PU.SDA menemui massa aksi unjuk rasa dari PK.PMII Unisda.
Kepala dinas PU.SDA menemui massa aksi unjuk rasa dari PK.PMII Unisda.

Sementara itu Kepala Dinas PU SDA, Muhammad Jufri saat menemui massa aksi menyampaikan bahwa pihaknya tidak berhenti di tempat. Menurutnya permasalahan banjir yang ada karena pendangkalan waduk dan dari tahun ke tahun terus dikerjakan.

Baca juga :   Tingkatkan Kualitas SDM, Pemdes Dermolemahbang Sarirejo Gelar Pelatihan

Lebih lanjut Jufri mengungkapkan bahwa kemarin curah hujan mencapai 100 lebih dan tidak hanya di Lamongan melainkan juga di daerah lainnya.

Advertisements

Dalam orasinya, Rohis menanyakan dengan tegas terkait fungsi waduk yang seharusnya untuk menampung air tetapi didalamnya dijadikan pola cocok tanam.

“Ini yang salah dari dinas PU SDA atau penegak hukum ? Peraturan Daerah Lamongan sudah jelas bahwasannya fungsi waduk dan rawa untuk menampung air pada saat turun hujan,” tukasnya.

By GNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: