LAMONGAN, Ganasnews – Arif Suwandono (46) seorang guru honorer yang telah mengabdi selama 19 tahun di sebuah Sekolah Dasar Negeri Wonokromo 1 Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan yang berjarak tempuh kurang lebih 10 km dari tempat tinggalnya. Pria sederhana yang berasal dari desa Doyomulyo kecamatan Kembangbahu Lamongan ini mengaku memilih menjadi guru karena panggilan hatinya, ia ingin menjadi seorang yang lebih bermanfaat untuk mencerdaskan anak bangsa walaupun banyak keterbatasan-keterbatasan dalam hidupnya dari segi finansial tentunya. “Saya menjadi guru honorer  sejak 2002 sekitar 20 tahun, gaji pertama yang saya dapatkan awal mengajar 100 ribu dan ada kenaikan sampai sekarang 350 ribu dan terakhir ada kenaikan 100 ribu karena ada kawan honorer yang pindah, sehingga gaji dari kawan yang pindah dibagikan rata dengan kawan honorer lainnya,”papar Arif Suwandono, (14/10).
Baca juga :   Pelatihan navigasi Kapal Ijon-Ijon, Dosen Perkapalan UGM Ali Yusa, Tawarkan Kerjasama Pada Masyarakat Nelayan Kandangsemangkon
Upah yang ia terima memang tak sebanding dengan pengabdiannya selama mengajar bertahun-tahun, bahkan tak cukup untuk biaya menghidupi keluarganya, dengan kata lain dirinya harus mencari kerja sampingan diluar rutinitasnya mengajar.   Lebih lanjut Arif mengungkapkan bahwa banyak sekali keterbatasannya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dalam perjalanannya, sehingga ia harus mencari kerja sampingan, mulai dari kerja serabutan seperti kuli sampai jasa cetak undangan, desain banner, sales, dan dengan kemampuannya untuk jasa install laptop atau komputer hingga jasa pengerjaan aplikasi dapodik dan lainnya yang berbasis TIK ia juga lakukan disela waktu liburnya atau jika ada rehab sekolah.
Baca juga :   Gelar Musykom, IMM Unisla Berpeluang Besar Warnai Pergerakan Dunia Kemahasiswaan
Dengan segala ketulusan, kejujuran dan ketekunannya, apapun ia lakukan dengan tanpa mengeluh dan gigih menjalani hidup yang serba terbatas meskipun terkadang orang lain memandang sebelah mata kepadanya. “semuanya saya lakukan untuk membantu kawan-kawan, untuk jasa saya tidak mematok harus berapa, ada kalahnya cukup dengan ngopi bareng sampai diberi uang sekiranya cukup untuk bensin” lanjutnya. “Gaji saya tentunya tidak cukup bahkan sering kali gali lubang dan tutup lubang untuk mengambil pinjaman dari bank atau pinjam dari teman yang benar-benar tahu kondisi saya, kadang saya juga harus mencicilnya untuk memenuhi kebutuhan hidup saya”ungkapnya kepada ganasnews.com. Bapak dari 3 anak ini harus terus berjuang melewati masa-masa sulitnya untuk mendapat kehidupan yang layak.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: