LAMONGAN, Ganasnews Relawan Bengawan Jero (RBJ) gelar Deklarasi dan pengukuhan siang ini, minggu (10/10).

Bertempat di Pingky Resto Jl Pahlawan Sukomulyo Lamongan, acara ini di hadiri Ir. Sukriyah, MM  Kadis TPHP Lamongan, Ir. Djadi  selaku Kabid PU SDA yang mewakili Kadis PU SDA Drs. Muhammad Jupri karena berhalangan hadir, Sukaeri perwakilan dari BPBD Lamongan, Ir. Mulkhan, MM Camat Kalitengah serta sekcam perwakilan dari Kecamatan Karanggeneng, Turi, Karangbinangun, Deket dan Glagah.

Relawan Bengawan Jero yang telah dikukuhkan Kepala Dinas PU SDA Kabupaten Lamongan Drs. Muhammad Jupri melalui surat yang di bacakan Ir. Djadi diharapkan mampu bersinergi dengan pihak pemerintahan Kabupaten Lamongan untuk mengatasi persoalan masyarakat wilayah aliran sungai Bengawan Jero.
Baca juga :   Apa Kabar Kasus Koperasi Central Artha Niaga Lamongan ??

Wilayah aliran sungai Bengawan Jero  yang mencakup 5 kecamatan tersebut diatas kerap kali di landa banjir di setiap musim penghujan, karena kondisi  topografi berupa cekungan yang menjadi titik berkumpulnya air kiriman dari sungai di berbagai wilayah, bahkan wilayah ini pun kerap mengalami kekeringan bila musim kemarau tiba.

Hal ini menjadi persoalan yang sangat pelik bagi masyarakat di 5 kecamatan yang dilalui aliran sungai Bengawan Jero, pasalnya kondisi yang ada berpengaruh pada mata pencaharian penduduk setempat yang mayoritas sebagai petani.

Dengan persoalan-persoalan masyarakat Bengawan Jero yang timbul karena kondisi alamnya tersebut maka masyarakat setempat tergerak untuk turut berpartisipasi membentuk  komunitas yang dinamakan RELAWAN BENGAWAN JERO.
Baca juga :   Ketua Brandal Angkat Bicara Terkait Arus Lalu Lintas Beralih ke Jalan Daerah Akibat Jembatan Nasional Anjlok

Pada kesempatan ini Sukriya selaku Kadis TPHP mengapresiasi dibentuknya Relawan Bengawan Jero ini sebagai wadah untuk berkoordinasi.

“Dengan adanya realisasi ini dan terbentuknya RBJ ini nanti kita bisa mensinkronkan antara kebutuhan air, pola tanam juga menyesuaikan dari kecamatan satu dengan lainnya sehingga ada titik temu bagaimana menyelesaikan persoalan petani itu tidak ada perbedaan, karena ada satu wilayah spesifik dari 5 kecamatan  yaitu Bengawan Jero” ujarnya.

By GNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: