LAMONGAN, Ganasnews – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat hadir dalam wisuda ke-1 dan milad ke-1 Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB AD) Lamongan, Sabtu (9/10), di Gedung Olahraga dan Pemuda Kabupaten Lamongan, mengajak seluruh Keluarga Besar Muhammadiyah khususnya akademisi ITB AD Lamongan untuk menjadi bagian dalam pembangunan potensi SDM dan potensi unggulan Lamongan, melalui kolaborasi pentahelix.

Diungkapkan Yuhronur kolaborasi pentahelix inilah yang dijadikan dasar Kabupaten Lamongan dalam penanganan covid-19, sehingga Lamongan bisa menjadi kabupaten pertama di Pulau Jawa dan Bali yang berhasil menuju level 1 dari level 4. “Siapa sajakah konsep pentahelix ini? Pentahelix ini adalah kolaborasi yang melibatkan semua komponen, yang dalam hal ini adalah akademisi, para bisnisman atau wirausahawan, government atau pemerintah, para komunitas, dan media masa. Tentunya konsep pentahelix ini akan banyak menghasilkan inovasi, dan akan mempercepat kejayaan Kabupaten Lamongan,” terangnya.
Baca juga :   Oktober Bulan Bahasa, Bupati Yes Membacakan Dongeng Sejarah Lamongan
Selain itu, Pak YES panggilan akrab Yuhronur Efendi juga menyatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Lamongan terus mengalami peningkatan dari tahun 2019, yakni sebesar 72,51 menjadi 72,58. Pada tahun 2020 IPM Lamongan menjadi lebih tinggi dibandingkan IPM Jawa Timur. “Tentu capaian tersebut tidak bisa dilepaskan dari kolaborasi dan kontribusi, serta peran aktif Muhammadiyah di Kabupaten Lamongan, yang mengaplikasikan dakwah dalam bentuk konkrit di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat, salah satunya yakni lahirnya ITB AD sebagai sarana pendidikan di Kabupaten Lamongan,”tambahnya.
Baca juga :   Hadir Dalam Wisuda XL Universitas Muhammadiyah Gresik, Bupati Yes Tekankan Generasi Muda Miliki Agile Mindset
Pada kesempatan tersebut Pak YES juga berpesan kepada para wisudawan, agar siap untuk menjadi lulusan yang mampu mengembangkan sikap profesional, mampu berkompetensi, mampu mengembangkan diri secara adaptif, dan kreatif. Selain itu juga terus berupaya merespon tantangan industri 4.0, ancaman pengangguran, dan bonus demografi dengan fokus untuk meningkatkan gerakan literasi baru yang terfokus pada 3 literasi utama yaitu literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: