Lamongan, Ganasnews – Persoalan kasus penipuan yang dilakukan Koperasi Central Artha Niaga terhadap anggotanya yang tak kunjung terselesaikan hingga kini masih menjadi pertanyaan berbagai pihak dan sejumlah element masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lamongan (AMLA). Mengingat sebelumnya, AMLA telah melakukan audensi bersama Agus Suyanto selaku Kepala Dinas Koperasi dan UKM beserta anggota DPRD Lamongan Komisi B di ruang banggar gedung DPRD Kabupaten Lamongan (28/06) dan menghasilkan kesepakatan bersama untuk menutup Koperasi Central Artha Niaga karena telah melakukan tindak penipuan, pemerasan, penekanan bahkan pengancaman yang meresahkan warga masyarakat Lamongan.
Baca juga :   Segera Hadir Destinasi Kuliner Baru "Tebing Caffe" Di Atas Bukit Kendil Paciran, Hasil Kolaborasi 3 Pengusaha Lamongan
Tindak penyalahgunaan aturan koperasi tersebut dimungkinkan karena kurangnya pengawasan pihak Dinas Koperasi dan UKM Lamongan yang seharusnya menjadi tugas dan tanggungjawabnya. Kurang lebih 4 bulan warga masyarakat menunggu kejelasan atas kasus tersebut, namun pihak dinas beserta anggota DPRD terkesan mengulur-ulur waktu. “Pertanyaannya, ada apa gitu lho? Kami minta penutupan koperasi yang tidak menjalankan aturan sebagaimana mestinya, sejauh ini apa yang mereka kerjakan, tolong beri kami kejelasan” ucap Mukhlas selaku ketua AMLA kepada Ganasnews.com, kamis (06/10).
Baca juga :   Upaya Pemkab Lamongan Jemput Bola Pelayanan Adminduk Untuk Masyarakat
“Saya sudah bayar lunas, tapi sertifikat saya belum juga dikembalikan, padahal sudah diadakan kesepakatan bersama saya dengan pihak koperasi, saya disuruh bayar sebesar Rp. 55.000.000,- dan jaminan sertifikat tanah saya akan di keluarkan, tapi sampai saat ini sertifikat belum juga dikeluarkan” terang Abdul Ghofur salah seorang peminjam di koperasi Central Artha Niaga.

By GNews

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: